Tampilkan postingan dengan label semantik. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label semantik. Tampilkan semua postingan

DEFINISI DAN KAJIAN BAHASA

definisi dan kajian bahasa
definisi dan kajian bahasa


Berikut ini akan dipaparkan mengenai definisi dan kajian bahasa oleh para tokoh.
De Saussure pada tahun 1916 pernah mengemukakan bahasa adalah salah satu lembaga kemasyarakatan, yang sama dengan lembaga kemasyarakatan lain, seperti: 
  1. perkawinan,
  2. pewarisan harta peninggalan,
  3. dan sebagainya.
Pakar-pakar lainnya, seperti Charles Morris (dalam bukunya Sign, Language, and Behaviour (1946)) turut andil dalam membicarakan bahasa. Terutama menekankan bahasa sebagai sistem lambang

Di bawah ini adalah contoh-contoh dari kajian bahasa berkenaan dengan fokus perhatian yang diberikan.

a. Semantik
Hal tersebut menjadi dikatakan semantik ketika perhatian difokuskan pada hubungan antara lambang dengan maknanya.

b. Sintaktik
Hal tersebut menjadi dikatakan sintaktik (sintaksis) jika fokus perhatian diarahkan pada hubungan lambang

c. Pragmatik
Hal tersebut menjadi dikatakan pragmatik apabila fokus perhatian diarahkan pada hubungan antara lambang dengan para penuturnya.

JARINGAN SEMANTIK



Jaringan semantik adalah representasi dari struktur memori manusia (Jonassen, 1988). Teori kognitif yang mendasari jaringan semantik menyatakan bahwa memori diorganisir secara semantik, yaitu berdasarkan hubungan yang bermakna antara ide-ide dalam memori. Alat ini memungkinkan siswa untuk menghubung-hubungkan ide-ide yang dipelajari dalam bentuk jaringan konsep multidimensional. Secara lebih operasional, Danenberg (1988) menyebutkan bahwa jaringan semantik meliputi  usaha  memodelkan bagaimana pengetahuan disimpan dan dipanggil kembali dalam ingatan manusia.  

Jaringan semantik adalah representasi deklaratif dari pengetahuan yang terdiri atas hubungan beberapa topik. Teori jaringan semantik yang paling banyak digunakan adalah jaringan struktural aktif dari Quillian (1966). Menurut teori ini, struktur mental digambarkan dengan titik-titik serta sambungan-sambungan yang menghubungkan titik-titik tersebut. Titik-titik menggambarkan konsep sedangkan sambungan  menggambarkan hubungan antarkonsep. Simbol yang paling tepat untuk jaringan semantik adalah graf, yang topik-topiknya  digambarkan dengan titik, dan relasi antartopik digambarkan dengan garis. Jaringan semantik dapat dipahami sebagai representasi graf dari topik-topik dengan relasi antara topik-topik tersebut. Contoh sederhana tampak pada gambar 1, yang menggambarkan sebuah keluarga terdiri atas empat anggota, ayah bernama Raka, ibu bernama Wati, dan dua anak, yaitu Budi dan Tini. Pada graf tersebut, ada empat titik, yaitu Raka, Wati, Budi, dan Tini, dengan dua belas hubungan.

                                                Suami
                        Raka                                                    Wati
                                                     Istri
                                               
 

                        Putra                                        Ibu               Putri
                                                       Ayah                                
                   Ayah                                                          Ibu    
                                                          Putri
                                         Putra                                              
                                              
                                               Saudara Laki
                        Budi                                                    Tini
                                                Saudara Perempuan

Gambar 1

JARINGAN SEMANTIK (3)



Danenberg (1988) menjelaskan adanya tujuh jenis relasi dalam jaringan semantik, yaitu umum-khusus, teknik-aplikasi, prasyarat-kelanjutan, sistem-komponen, sinonim, perbedaan, dan berhubungan.
1)      Umum-khusus, yaitu hubungan yang bersifat inversi, di mana umum menyatakan kategori yang abstrak sedangkan khusus menyatakan kategori yang lebih konkrit. Contoh:
       B                                                    A
                         Lingkaran ---------- umum -------------  Kurva

                           A                                                   B
                        Kurva    --------- khusus ------------ Lingkaran

2)      Teknik – Aplikasi, yaitu hubungan yang merupakan pasangan  inversi, di mana teknik menyatakan pengetahuan pokok atau kumpulan keterampilan teknis dan metode yang digunakan untuk tujuan khusus atau aplikasi. Jika topik A adalah teknik yang digunakan dalam aplikasi topik B maka topik B adalah aplikasi dari topik A. Contoh:

A                                                                B
               Program linier ----------- Teknik --------------- Metode grafik

                        A                                                                B
               Sistem persamaan -------- Aplikasi ----------- Program linier

Prasyarat-kelanjutan, pasangan relasi inversi, di mana prasyarat menunjuk pengetahuan atau ketrampilan tertentu yang harus dikuasai sebelum siswa boleh mempelajari kelanjutannya. Jika, topik A adalah prasyarat untuk topik B maka topik B adalah kelanjutan dari topik A. Contoh:

     A                                                                             B
             Diferensial  ----------------- Prasyarat ------------------ Integral

                A                                                                              B
            Integral ---------------------- Kelanjutan ---------------- Diferensial

1)      Sistem-Komponen, pasangan relasi inversi, di mana sistem adalah kumpulan komponen yang interdependen sedemikian sehingga tiap komponen memiliki pengaruh terhadap setiap komponen lainnya  dan secara keseluruhan komponen-komponen itu membentuk sistem.  Jika, topik A adalah sistem yang memuat komponen B maka topik B adalah komponen dari topik A. Contoh:

A                                                              B
              Persamaan ------------ Sistem ----------------- Model matematika

                        B                                                                     A
               Model matematika ---------- Komponen ------------ Persamaan

            Untuk membedakan contoh ini dengan pasangan umum-khusus, maka bisa disebutkan bahwa umum dari persamaan adalah kalimat terbuka. Contoh:

                        B                                                                     A
               Persamaan  ---------------- umum ----------------- Kalimat terbuka
     
2)      Sinonim adalah relasi simetrik yang menyatakan kesamaan atau ekivalensi antara dua topik. Jika topik A sinonim dengan topik B, maka topik B adalah sinonim dengan topik A. Contoh:

                        A                                                                       B
                  Fungsi ------------------- Sinonim --------------------- Pemetaan

3)      Perbedaan adalah relasi simetrik yang mensuplai informasi dengan contoh berlawanan dan mengakibatkan dua topik cukup berbeda untuk dipertimbangkan sebagai antonim satu dengan lainnya. Jika, topik A berbeda dengan topik B, maka topik B berbeda dengan topik A. Contoh:

                           A                                                                  B
                Persamaan -------------- Berbeda -------------- Pertidaksamaan

4)      Berhubungan adalah relasi simetrik yang digunakan jika terdapat hubungan antara dua topik tetapi belum bisa dinyatakan. Selanjutnya, hubungan bisa diidentifikasikan sebagai relasi berhubungan. Jika, topik A berhubungan dengan topik B, maka topik B berhubungan dengan topik A. Contoh:

                        A                                                                    B
        Pemecahan masalah ------ Berhubungan ------ Soal cerita Bahasa Indonesia

Model semantik hierarkis yang diajukan Collins dan Quillian memiliki suatu kelemahan. Dalam model ini, konsep terkait satu dengan yang lain secara hierarkis. Kelemahan dari teori ini, yaitu kata-kata abstrak tidak dibuatkan hierarki, tidak selamanya orang mengikuti hierarki, jarak semantik yang sama belum tentu menghasilkan jumlah waktu reaksi yang sama.
Contoh lain dari semantik ini dalam bahasa Indonesia adalah oposisi hirarkis. Oposisi ini terjadi karena setiap istilah menduduki derajat yang berlainan. Oposisi ini pada hakikatnya sama dengan oposisi majemuk. Kata-kata yang beroposisi hirarkis misalnya kata-kata yang berupa nama satuan ukuran (berat, panjang, dan isi), satuan hitungan, nama jenjang kepangkatan dan sebagainya.
Contoh:           meter beroposisi dengan kilometer
kuintal beroposisi dengan ton