TIPS MENYIMAK BERITA



TIPS MENYIMAK BERITA

Apa itu berita?

Berita adalah kabar, informasi dan laporan pers yang berisi catatan mengenai waktu terjadinya, tempatnya, keterangan-keterangan dan petunjuk-petunjuk lainnya mengenai suatu perkara atau peristiwa.

Darimana kita dapat memperoleh berita?

- koran
- radio
- televisi
- internet
- dan lain-lain

Masih ingatkah kamu dengan unsur 5w + 1H?

1. What (apa yang terjadi dalam suatu peristiwa?)
Pada bagian ini, berita harus berhasil mengetengahkan sebuah kejadian atau peristiwa dengan jelas akan topik atau masalah yang menjadi pokok berita.

2. Who (siapa yang terlibat di dalamnya?)
Pada bagian ini, berita harus berhasil mengetengahkan pelaku yang terlibat dalam kejadian atau peristiwa yang diangkat dalam berita.

3. When (kapan terjadinya peristiwa?)
Pada bagian ini, berita harus berhasil mengetengahkan waktu terjadinya peristiwa atau kejadian.


4. Where (dimana terjadinya peristiwa tersebut?)
Pada bagian ini, berita harus berhasil mengetengahkan tempat atau lokasi terjadinya sebuah peristiwa
atau kejadian.

5. Why (mengapa peristiwa itu terjadi?)
Pada bagian ini, berita harus berhasil mengetengahkan penyebab terjadinya sebuah peristiwa atau hal.

6. How (bagaimana terjadinya?)
Pada bagian ini, berita harus berhasil mengetengahkan tentang kronologis atau setidaknya gambaran tentang proses terjadinya suatu peristiwa atau hal.

Lalu apa sajakah tips menyimak berita?

1. konsentrasi
2. Nyamankan dirimu, hindarilah gangguan dari lingkungan sekitar.
3. Pahamilah pokok pikiran!
4. Ingatlah informasi-informasi yang penting!

STRATEGI PEMEROLEHAN BAHASA KEDUA

   STRATEGI PEMEROLEHAN BAHASA KEDUA

  Perlu diingat bahwa strategi-strategi yang telah dikenal perlu dibagi ke dalam komponen-komponennya. Strategi pertama berpegang pada semboyan: mempergunakan pemahaman nonlinguistik sebagai dasar untuk penetapan atau pemikiran bahasa. Strategi ini berlangsung dan beroperasi pada tahap umum dalam karya Brown mengenai dasar kognitif ujaran tahap I. Adapun objek dan persona terus-menerus ada walaupun di luar jangkauan pandangan yang merupakan pemahaman nonlinguistik yang menjadi dasar atau landasan bagi pengarah bahasa atau terjemahan anak-anak terhadap ketidakstabilan atau kemudahan mengalirkan pemikiran ke dalam kategori-kategori bahasa yang lebih pasti.

   Strategi kedua berpegang pada semboyan: memergunakan apa saja atau segala sesuatu yang penting, yang menonjol dan menarik hati. Ada dua ciri yang kerap kali penting dan menonjol bagi anak-anak kecil dan berharga bagi sejumlah kata-kata pertama mereka yaitu objek-objek yang dapat membuat anak-anak aktif dan giat (misalnya kunci, palu, kaos kaki, topi) dan objek-objek yang bergerak dan berubah (seperti mobil, jam). Anak-anak memperhatikan objek-objek yang mewujudkan hal-hal yang menarik hati ini dan mereka memperhatikan cara menamai objek-objek itu dalam masyarakat bahasa. Perhatian anak-anak juga bisa pada unsur bahasa yang memainkan peranan penting sintaksis dan semantik dalam kalimat. Pusat perhatian tertentu bagi seorang anak mungkin saja berbeda pada periode yang berbeda pada setiap anak.

    Strategi ketiga berpegang pada semboyan: anggaplah bahwa bahasa dipakai secara referensial atau ekspresif dan dengan demikian menggunakan data bahasa. Anak-anak kelompok referensial memiliki 50 kata pertama mencakup suatu proporsi nomina umum yang tinggi dan yang seakan-akan melihat fungsi utama bahasa sebagai penamaan objek-objek. Anak kelompok ekspresif memiliki 50 kata pertama secara proporsional mencakup lebih banyak kata yang dipakai dalam ekspresi-ekspresi sosial (seperti terima kasih, jangan begitu) dan lebih sedikit nama-nama objek yang melihat bahasa (terutama sekali) sebagai pelayanan fungsi-fungsi sosial efektif. Kedua kelompok anak itu menyimak bahasa sekitar mereka secara berbeda. Kelompok yang satu memperlakukan bahasa yang dipakai untuk mengacu, sedangkan kelompok yang satu lagi, kepada bahasa yang dipakai untuk bergaul, bersosialisasi. Ada tujuh fungsi bahasa yaitu fungsi instrumental, fungsi regulasi, fungsi representasi, fungsi interaksi, fungsi personal, fungsi heuristik, dan fungsi imajinatif. Fungsi instrumental bahasa berkaitan dengan pengelolaan lingkungan, mengkomunikasikan tindak. Fungsi regulasi atau pengaturan berkenaan dengan pengendalian peristiwa, penentuan hukum dan kaidah, pernyataan setuju tidak setuju. Fungsi representasi berkenaan dengan pernyataan, menjelaskan melaporkan. Fungsi interaksi berkaitan dengan hubungan komunikasi sosial. Fungsi personal berkenaan dengan kemungkinan seorang pembicara mengemukakan perasaan, emosi, dan kepribadian. Fungsi heuristik berkaitan dengan perolehan pengetahuan dan belajar tentang lingkungan. Fungsi imajinatif berkaitan dengan daya cipta imajinasi dan gagasan.

MENGENAI HAKIKAT PEMBELAJARAN BAHASA (BAGIAN 2)...

Menurut Chomsky. proses belajar bahasa adalah proses pembentukan kaidah (role formation process), bukan proses pembentukan kebiasaan (habit formation process) (Sumardi,1992: 99). Dengan demikian, Chomsky ingin memberitahu dunia pengajaran bahasa bahwa kompetensi perlu dikembangkan pada diri pembelajar sehingga mereka mampu rnenggunakan bahasa secara gramatikal. Ancangan komunikatif sebenarnya lebih dekat dengan kajian tatabahasa fungsional yang telah dilakukan oleh para linguis, misalnya, para linguis aliran Praha, yakni Vilem Mathesius. Trubetzkoy, Andre Martinet, dan Roman Jakobson (Sampson. 1980:103-129).

Ancangan komunikatif dimunculkan sekaitan den-an slogan-belajar bahasa adalah belajar berkomunikasi. Dengan slogan itu para pengajar diharapkan dapat menyadari hakikat belajar bahasa bagi para siswanya, yakni mereka harus diarahkan dalam belajar bahasa untuk berkomunikasi. Dengan demikian, keberadaan fungsi bahasa rnulai mendapat perhatian.

MENGENAI HAKIKAT PEMBELAJARAN BAHASA (BAGIAN 2)...
komunikasi bahasa

Finocchiaro and Brumfit mencoba memberikan kontras antara metode Audiolingual dengan ancangan Komunikatif, yang berkaitan dengan konsep kebahasaan diaajarkan Finocchiaro and Brumfit the target linguistic system it-ill he learned best through the process of struggling to communicate. Adapun yang menjadi penekanan dari ancangan komunikatif ini adalah communicative competence, linguistic variation. dan fluency and acceptable language (Richards and Rodgers, 1993:67-68).



Dalam pelaksanaan pembelajaran tidak ada istilah 'metode yang baik atau metode yang jelek. Yang ada adalah metode yang cocok (tepat). Untuk itu perlu disiapkan seperangkat metode yang menarik. atraktif. normatif taktis. andal. dan praktis. Jika kita melihat standar nasional pendidikan, proses pembelajaran pada satuan pendidikan diselenggarakan secara interaktif. kooperatif. inspiratif, menyenangkan, menantang, memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif. serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa, kreativitas, dan kernandirian sesuai dengan bakat, minat, dan perkembangan fisik serta psikologis peserta didik (Standar Nasional Pendidikan Bab IV Pasal 19).





Semoga bermanfaat, ya! :)

MENGENAI HAKIKAT PEMBELAJARAN BAHASA (BAGIAN 1)...

Belajar berbahasa adalah belajar berkomunikasi. Pemikiran ini muncul dari fakta dalam pemakaian bahasa. Bahasa dimiliki setiap individu untuk melakukan kegiatan berkomunikasi antarsesama. Pemikiran seperti ini sudah muncul sebenarnya dalam linguistik Struktural Mongin-Ferdinand de Saussure. Saussure mengatakan bahwa language is a social institutions bahasa merupakan fakta sosial (Saussure, 1971: 15). Pemikiran Saussure ini banyak dipengaruhi oleh pemikiran ahli sosiologi Emile Durkheim (Samsuri. 1988:11). Dengan demikian, perhatian terhadap aspek kernanusiaan mendapat tempat dalam pengajaran bahasa.

Para linguis terapan pun memikirkan pola pengembangan pengajaran bahasa yang berwawas kemanusiaan sehingga lahirlah ancangan yang dinamakan ancangan humanistik (Stevik, 1 991). Ancangan ini melahirkan Community Language Learning (CLL) yang dikembangkan oleh Charles A. Curran, Total Physical Response (TPR) yang dikembangkan oleh James Asher. The Natural Approach (NA) yang dikembangkan oleh Tracy Terrell, The Silent Way yang dikembangkan oleh Caleb Gattegno. dan Suggestopedia vang dikembangkan oleh Georgi Lozanov. Pengembangan ancangan berwawas humanistik tersebut lebih ditujukan pada pengajaran bahasa kedua dan atau pengajaran bahasa asing.

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgsBhxw_DCxw-Shw9mCHsLY-HUuxT89ChEs8w2p9IorkuQRExSj7OsXEHBzDvSgSfpc2jJIowj2kvWgtmTGUmBnLl4vHk__K9s2NHux5bUcRiDnvgqW91hFIqg87-2f-t3TTeL_WzEf2Fk/s320/cara-belajar-bahasa-Inggris-cepat.jpg
ragam bahasa
Dalam pelaksanaannya untuk situasi pengajaran bahasa Indonesia sebagai bahasa kedua pun tidak mudah karena berbagai kendala teknis yang masih sering menjadi alasan utama, misalnya, jumlah anak didik di dalam kelas. media pengajaran, dan sumber dava manusia (guru) yang masih belum profesional. Selain itu berbagai ancangan di atasmeskipun sudah diuji keterandalannya dengan berbagai uji-coba dan penelitian-sulit diterapkan dalam pengajaran bahasa Indonesia karena ancangan tersebut lebih banyak diterapkan pada siswa yang berlatar belakang bahasa pertama yang berbeda-beda (tidak serumpun) dalam pembelajaran bahasa Inggris.

Kasus di atas sulit diterapkan dalam pengajaran bahasa Indonesia, karena posisi bahasa Indonesia dengan bahasa pertama yang dikuasi anak masih berada dalam satu rumpun. Dengan situasi kedwibahasaan yang seperti ini. semua ancangan humanistik di atas masih menjadi kendala untuk diterapkan. Yang lebih memungkinkan untuk dilaksanakan di Indonesia adalah ancangan komunikatif. Ancangan ini masih memanfaatkan pikiran Chomsky. terutarna konsep kompetensi dan performansinya. Bagi Chomsky, kompetensi merupakan the speaker-hearers knowledge of his language dan performansi merupakan the actual use of language in concrete situation (Chomsky. 1969:4).






MENGENAI HUBUNGAN PERKEMBANGAN BAHASA DAN TEKNOLOGI...

Assalamualaikum, Sahabat Bahasa.

Sekarang artikel yang saya tulis ialah mengenai hubungan perkembangan bahasa dan teknologi. Ada apa nih di antara keduanya? Memang saling berhubungan?

Yap! Mereka berhubungan satu sama lain.

Banyak faktor yang mempengaruhi perkembangan bahasa. Apa saja itu?

Faktor-faktor yang umum adalah...
  • budaya
  • ekonomi
  • sosial
  • lingkungan
  • politik
  • dan masih banyak lagi
Kali ini, saya akan membahas mengenai hubungan perkembangan bahasa dan teknologi. Sadar atau tidak, nyatanya kedua hal itu memiliki pengaruh dan bisa saling berkaitan dalam perkembangannya. Akan saya bahas beberapa contoh sederhana yang bisa membuka pemikiran Anda bahwa kedua hal itu berhubungan.

Barang yang diimpor dari luar negeri, kebanyakan adalah barang elektronik.
Pasti kalian semua mengenal merk-merek seperti...
  • sharp
  • cosmos
  • yongma
  • nokia
  • blackberry
  • samsung
  • dan lain-lain
Ketika saya membeli blender, katakanlah saya awam dengan benda ini. Tentu saja memerlukan buku petunjuk. Ada kalanya, apalagi pada zaman dahulu, buku petunjuk manual penggunaan selalu menggunakan bahasa negara asal dimana barang itu dibuat. Untuk saya yang saat itu tidak fasih berbahasa inggris, tentu saja saya mesti membuka kamus Inggris-Indonesia agar memahami bagaimana cara menggunakan blender ini. Otomatis, saya menjadi belajar bahasa negara lain demi mengenal teknologi.

Mugkin kalian juga pernah mengalami hal serupa pada benda-benda lain, dari mulai cara menggunakan, merangkai sesuatu, atau menghapus sesuatu (misalnya uninstal aplikasi).

Menarik juga ya, bila posisinya tiba-tiba dibalik. Negara kita menjadi maju dalam segala hal termasuk elektronik hingga bangsa lain yang mesti membuka kamus. Jadinya, mereka belajar bahasa kita, hehe. Tapi itu kapan? Amin, suatu hari, mudah-mudahan...

Oh, iya...

Berkat kecanggihan teknologi, kini orang Indonesia beramai-ramai menggunakan Facebook. Entah bertemu di game Facebook atau dimana, saya sendiri suka lupa kalau ada teman-teman bule di friendlist. Suatu ketika, teman bule itu bertanya pada saya tentang arti-arti kalimat bahasa Indonesia dalam bahasa Inggris. Sebenarnya, saya kaget, entah dia chatting dengan siapa, saya sih tidak trelalu kepo, yang jelas saya membantu sebisanya. Bukan perkara mudah bagi si bule bisa menggunakan google translate. Karena yang dia tanyakan itu: whats d meaning of... P kbr?

Mana ditemukan "p kbr" dalam google translate secara itu adalah singkatan. Singkatan yang dimengeri oleh kita seperti membaca SMS, tapi tidak bagi si bule.

Contoh lainnya adalah pembelajaran di lab. bahasa. Di tempat tersebut, kita mendapatkan bantuan teknologi untuk belajar bahasa dengan lebih canggih.

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEijZybhd9YCPQa-yAEt11Ijf3noqT5jSB42hzTfAUtc4cGjtD11i2Uy4MZhkPzIXFKgXb_J-OmGOpbTA4TohwcL3IkdfvN6Edpe9UgJWfyStSULyuHDedgwmAhT_iYzAwcwO3IKjxb2ic6K/s320/kacamata-penerjemah.jpg
sumber foto: http://3.bp.blogspot.com
Misalnya, untuk listening jadi lebih jelas karena menggunakan earphone. Seingat saya, sewaktu SMP, ada sebuah alat dan aplikasi yang saya tidak tahu namanya. Yang jelas, ada sebuah kalimat yang mesti kita baca. Lalu, dengan cepat, komputer memberikan kemiripan kita dengan pengejaan yang semestinya, misalany hasilnya ialah: 90%. Artinya, sudah 90% pengucapan kita dalam berbahasa Inggris itu benar.

Percaya atau tidak, sebagain besar gamers lebih berbahasa Inggris daripada yang bukan gamers. Sauya juga pernah membaca artikel yang katanya ada penelitian tentang hal tersebut. Bahasa Inggris saya biasa saja tapi saya pernah masuk kelas SI saat SMA. Di sana, memang ada beberapa orang yang jago bahasa Inggris dan Jepang karena mereka sering main games kata mereka.

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgp7xyAq8PRK9LPsvbzI3Vd856OJG_CtFNF88uo2wAm_TRo9uwiF5MU-yJFXnEGsvqFnv_17RhAVNrVf7653ieezOSFE_YFhkruKxetig3hJhq0QagZvR4ZxB9yEVECzsbNYoNc6UQpSOI/s1600/hgbsna0f.jpg
foto seorang anak yang bermain PS


Yang telah saya tulis di atas hanya segede upil semut tentang contoh dari hubungan perkembangan bahasa dengan teknologi.

Mungkin kamu punya contoh hal yang lain?