KUMPULAN STRATEGI DAN TEKNIK PEMBELAJARAN BERBICARA


Debat Aktif
Debat bisa menjadi satu metode berharga yang dapat mendorong pemikiran dan perenungan terutama kalau siswa diharapkan dapat mempertahankan pendapat yang bertentangan dengan keyakinan mereka sendiri. Ini merupakan strategi yang secara aktif melibatkan semua siswa di dalam kelas bukan hanya pelaku debatnya saja.
Langkah-langkah:
• Kembangkan sebuah pernyataan kontroversial yang berkaitan dengan materi pelajaran.
• Bagi kelas kedalam dua tim. Mintalah satu kelompok berperan sebagai pendukung atau kelompok yang ‘pro” dan kelompok lain menjadi penentang atau “kontra”.
• Berikutnya buat dua sampai empat subkelompok dalam masing-masing kelompok debat. Misalnya, dalam kelas dengan 24 orang siswa anda dapat membuat tiga subkelompok “pro” dan tiga subkelompok “kontra” yang masing-masing terdiri atas empat orang. Setiap subkelompok diminta mengembangkan argumen yang mendukung masing-masing posisi, atau menyiapkan urutan daftar argumen yang bisa mereka diskusikan atau mereka seleksi. Pada akhir diskusi, setiap subkelompok memilih seorang juru bicara.
• Siapkan dua sampai empat kursi (tergantung pada jumlah subkelompok yang ada) untuk para juru bicara pada kelompok “pro” dan jumlah kursi yang sama untuk kelompok “ kontra”. Siswa lain duduk di belakang juru bicara. Mulailah debat dengan cara juru bicara mempresentasikan pandangan mereka. Proses ini disebut argumen pembuka.
• Setelah mendengarkan argumen pembuka, hentikan debat dan kembali ke subkelompok. Setiap subkelompok diminta untuk mempersiapkan argumen yang menolak argumen pembuka dari kelompok lawan. Setiap subkelompok memilih juru bicara usahakan yang baru.
• Lanjutkan kembali debat. Juru bicara yang saling berhadapan diminta untuk memberi argumen penentang. Ketika debat berlangsung, peserta yang lain didorong untuk memberi catatan yang berisi usulan argumen atau bantahan. Siswa diperbolehkan untuk bersorak atau bertepuk tangan untuk masing-masing argumen dari wakil kelompok mereka.
• Pada saat yang tepat, akhiri debat. Tidak perlu menentukan kelompok mana yang menang, buatlah kelas melingkar. Pastikan bahwa kelas terintegrasi dengan meminta mereka duduk berdampingan dengan mereka yang berada di kelompok lawan. Diskusikan apa yang telah dipelajari oleh siswa dari pengalaman debat tersebut. Minta siswa untuk mengidentifikasi argumen yang paling baik menurut mereka.

Variasi
Tambahkan satu kursi kosong untuk juru bicara. Biarkan siswa mengisi kursi kosong ini kapanpun mereka menginginkannya. Mulailah segera aktivitas debat argumen pembuka. Lanjutkan dengan debat normal, tapi secara berulang-ulang, gantilah juru bicaranya.

Wawancara
Tujuan: Siswa dapat berwawancara dengan orang lain dengan bahasa yang logis, runtut, dan tepat. Siswa disuruh mewawancarai orang lain. Lalu siswa tersebut menuliskan hasil wawancara tersebut.
Alat yang diperlukan: Lembar daftar pertanyaan.
(Kegiatan dilakukan secara perorangan maupun kelompok).
Cara Menerapkan: (1) guru memberikan penjelasan singkat tentang kegiatan hari itu, (2) guru memberikan waktu yang cukup kepada siswa untuk memilih tokoh, pekerja, atau siapa saja yang dimungkinkan dapat ditemuinya, (3) siswa menulis daftar pertanyaan yang akan mereka wawancarakan, (4) siswa saling mereviu daftar pertanyaan yang dibuatnya, (5) siswa melakukan wawancara di luar jam sekolah berdasarkan daftar pertanyaan yang sudah direviu oleh temannya, (6) ketika di dalam kelas kembali, siswa melaporkan hasil wawancaranya secara lisan di depan kelompok (7) siswa menuliskan hasil wawancaranya ke dalam tulisan, (8) guru merefleksikan hasil pembelajaran hari itu.

Pidato Tanpa Teks
Tujuan: Siswa mampu berpidato dengan lancar tanpa menggunakan teks. Siswa secara bergantian melakukan pidato di depan kelompok lain dengan tema sesuai ide mereka. Dalam waktu yang ditentukan, siswa melakukan pidato secara bergantian. Tugas siswa yang sudah atau belum melakukan pidato mengadakan pengamatan dan penilaian pada setiap siswa yang sedang berpidato, mengenai kelebihan dan kekurangannya.
(Kegiatan ini dilakukan secara berkelompok).
Cara menerapkan: (1) guru memberikan gambaran singkat tentang cara pelaksanaan pembelajaran pada saat itu, (2) siswa membuat peta pikiran, (3) siswa mengidentifikasikan butir peta pikiran yang dibuat, (3) setiap siswa berpidato dengan peta pikiran yang dibuatnya di depan kelompok lain selama 10 menit, (5) siswa di kelompok lain memberikan penilaian, (6) siswa yang terbaik menurut penilaian kelompok diberi kesempatan berpidato di depan kelompok besar/kelas, (7) guru merefleksikan pembelajaran saat itu.

Menjadi Pembawa Acara
Tujuan: Siswa dapat menjadi pembawa acara dengan baik, lancar, dan runtut dalam resepsi, upacara, atau pergelaran. Siswa memilih acara yang ingin dibawakannya. Dalam membawakan acara, siswa dapat pula berpasangan.
Alat yang diperlukan: Mike atau pengeras suara.
(Kegiatan dapat dilakukan secara perorangan maupun berpasangan).
Cara menerapkan: (1) guru memberikan penjelasan singkat tentang kegiatan yang akan dilaksanakan hari itu, (2) siswa memilih sendiri acara yang ingin dibawakannya, (3) siswa menyusun acara, (4) siswa tampil sebagai pembawa acara di depan kelompok, (5) siswa lain mengikuti jalannya acara, secara bergilir mereka bergantian membawakan, (6) siswa lain memberi komentar tentang penampilan temannya, (7) guru merefleksikan hasil pembelajaran hari itu.


EmoticonEmoticon