Bagi sebagian orang menulis cerpen memang asyik. Sebenarnya, menulis cerpen itu gamang-gampang susah. Ini ada tips-tips jitu buat kamu nulis cerpen. Baca samapai tuntas ya.
A. Ide yang Keren
Seringkali alasan kamu, dijadikan tameng kemalasan adalah "nggak punya ide". Oh, tidak! Jangan lagi, deh. Ide akan muncul apabila kita ada usaha untuk berpikir dan mencarinya. Memang sih kalau lagi beruntung ide itu bakal datang tiba-tiba. Tapi kan nggak setiap hari semuanya bakalan datang begitu saja. Semua perlu usaha, ingat. Ide yang keren tidak harus bersumber dari sesuatu yang rumit. Terkadang ide bisa muncul dan ditemukan dari hal-hal sederhana. Lebih peka dan perhatian akan hal-hal detail di kehidupan sehari-hari akan membantu kamu menemukan sejuta ide!
Apabila tema cerpen sudah ditentukan sebelumnya, ide tidak boleh keluar dari tema. jadi, ide harus mengarah dan fokus pada tema.
B. Gaya yang Orisinil
Tulislah menggunakan bahasa yang mewakili gaya kamu. Yap, sebaiknya memang gaya kamu. Buatlah tulisan kamu itu berkarakter. Jangan segan-segan untuk menunjukkan karakter tulisan kamu. Siapa tahu karakter tulisan ala kamu itu belum pernah ada yang menulisnya. Itu akan jadi nilai tambah yang luar biasa untuk karya-karya kamu, lho.
C. Pembukaan yang Menarik
Banyak pembaca yang hanya membaca awalnya saja. Saat membaca di awal, bila dia mendapatkan kesan: "ah ini tak seru", kemungkinan dia tidak akan membaca ceritanya hingga beres. Pembukaan yang menarik tidak harus meliuk-liuk rumit, kok. Boleh kamu sajikan dengan ringan. Ingat, gunakan kecerdasasan dan intuisi kamu untuk membuat sebuah pembuka cerpen yang menggugah pembaca untuk membaca cerpen kamu samapai tuntas.
D. Karakter Tokoh
Meskipun ini cerpen, dan semua orang tahu bahwa cerpen ini memang pendek, tidak seharusnya kamu menyepelekan penokohan yangkamu buat. Tokoh yang menarik adalah tokoh yang jelas dan berkarakter. Tokok tidak harus unik, meskipun kita tahu bahwa tokoh unik dan aneh lebih diminati pembaca. Karakter tokoh bisa disajikan secara tersirat maupun tersurat baik melalui monolog, dialog, atau teks.
Dialog itu merupakan bumbu yang paling sedap dalam tulisan. Akan lebih bagus kalau kamu memasukkan dialog-dialog ke dalam tulisanmu. Dengan dialog, cerpen kamu akan lebih hidup.
E. Rangkaian Plot
Susunan cerita yang dirangkai pada umumnya biasanya alur maju. Tak ada salahnya kamu munggunakan alur maju mundur atau campuran untuk meningkatkan kreativitas kamu dan membuat pikiran pembaca lebih berpikir.
Dalam rangkaian plot, pikirkan juga hal-hal lain seperti setting waktu, tempat, dan kondisi. Karena cerita pendek, buatlah deskripsi untuk setting yang meskipun pendek tapi jelas dan membuat si pembaca paham. Bila perlu buat sedemikian berkesan.
F. Pengakhiran Cerita
Masih tenatang kreativitas, akhir cerita sering kali membekas di hati para pembaca. Jujur, saya lebih suka akhir yang bahagia. Bagi sebagian orang, mungkin lebih suka akhir yang sedih. Akan tetapi ini semua tergantung kamu, ya. Kamu juga boleh membuat akhir cerita yang menggantung.
G. Jadikan Dirimu Editor!
Editlah setiap usai menulis cepen. Bukan hanya mengedit bagian-bagian cerita yang menurut kamu perlu ditambah atau dikurangi tetapi juga menyangkut tulisan dan kerapian. Pembaca tentu akan lebih mudah mencerna tulisan kita apabila EYD-nya baik dan tulisannya rapi. Jangan malas untuk mengedit. Serius, ini adalah bagian penting!
Bila perlu bacalah berulang-ulang sampai kamu menemukan hal-hal yang mesti diedit.
H. Jangan Lelah untuk Menulis!
Jangan biarkan dirimu putus asa untuk menulis. Misalnya, kamu mengikuti lomba menulis cerpen, lalu kamu kalah. Setelah itu, kamu memutuskan untuk tidak menulis lagi.
Tidak!
Jangan seperti itu. Justru itu artinya sukses kamu masih tertunda. Teruslah menulis, teruslah berlatih. Suatu saat kamu akan menemukan jalan kemenanganmu sendiri.
Ok...
Selamat menulis cerpen, ya...
![]() |
sumber gambar: bagusrosyid.wordpress.com |
EmoticonEmoticon