METODE KAJIAN SOSIOLINGUISTIK

METODE KAJIAN SOSIOLINGUISTIK



Ada beberapa langkah untuk mengkaji objek-objek sosiolinguistik.
  • data yang tersedia
  • penganalisisan data
  • penyajian dari hasil analisis kita

Prinsip utama yang mesti diingat adalah: aspek dari luar bahasa bisa lebih memberikan penjelasan/dijelaskan oleh bahasa itu sendiri.

Dengan demikian, konsep dasar dari pengkajian sosiolinguistik adalah suatu konsep keterkaitan arau hubungan. Konsep ini lebih renyah ditelinga kita dengar sebagai konsep relasi.

Apa yang dilakukan para peneliti di lahan ini?

Mereka mengorelasikan bahasa dengan hal-hal sosial, sebagai contoh, sosial budaya suatu kelompok masyarakat.

Dalam bidang ini, mereka harus mampu untuk memilah bahasa secara deskriptif dan persfektif.
Bahasa secara deskriptif adalah bahasa yang dideskripsikan dengan apa adanya. Sementara itu, persfektif adalah bahasa secara sudut pandang, hal ini disebut juga bersifat normatif.

Hal yang terpenting adalah: sosiolinguistik harus menyajikan suatu penelitian yang benar-benar apa adanya.
Oleh karena itu, data yang diperoleh harus memenuhi dua kriteria berikut ini.
1. alamiah (naturally occuring language)
2. dilarang untuk dibuat-buat (contrived)

Adapun dua metode dalam pengumpulan/penyediaan data, yakni observasi dan wawancara.

Metode observai ialah salah satu cara meneliti yang dilaksanakan dengan teknik pengamatan objek kajian dalam konteks yang bersangkutan. Sebagai contoh, seorang pria yang hendak melakukan penelitian mengenai bahasa makan seharusnya dia mencari peribahasa-peribahasa itu yang didukung teks lainnya sebagai unsur pengkondisian atau aspek budaya dan sosialnya. Dalam praktiknya, seorang yang melakukan observasi bisa terlibat secara langsung maupun tidak langsung. Untuk teknik tidak langsung, hal tersebut dikenal pula sebagai observasi tidak berperan serta/nonpartisipasi.

Seorang tokoh yang bernama Sudaryanto pada tahun 1993 pernah melakukan penamaaan terhadap metode observasi partisipasi dengan teknik simak libat acap. Adapun teknik nonpartisipasi diberi nama teknik simak bebas libat acap.

Sementara itu, metode wawancara ialah metode pengumpulan data dengan teknik tanya-jawab dengan narasumber/informan oleh seorang peneliti.

Selanjutnya, metode analisis dalam ilmu sosiolinguistik terbagi ke dalam dua jenis.

Pertama, metode pemadanan atau yang lebih sering kita dengan sebagai metode korelasi. Metode yang satu ini berhubungan dengan proses korelasi objek bahasa dengan eksternal unsur nonbahasa. Metode korelasi adalah suatu cara analisis yang isinya memerlukan sebuah penjelasan atas objek kajian dalam keterkaitannya secara kontekstual.

Kedua, metode distribusi atau yang lebih dikenal dengan metode operasi. Metode distribusi biasanya berhubungan dengan membedah, mengolah, atau mengotak-atik wacana verbal dengan cara internal. Meode operasi ini, pada umumnya menguraikan bagian-bagian subtansial suatu objek kajian lalu mendistribusikan hal itu dengan aspek-aspek verbal yang lain. Tujuannya adalah demi memperoleh aturan, pola, atau kaidah yang berkaitan secara kontekstual maupun sosial-budaya.

loading...

1 komentar so far

sangat membantu sebagai refernsi rujukan, akan tapi lebih membantu lagi apabila diberikan sumber dari pendapat anda tersebut ya..


EmoticonEmoticon