KUMPULAN STRATEGI DAN TEKNIK PEMBELAJARAN MENULIS


Kerja Sama Kelas
 
Strategi pembelajaran kerja sama kelas ini terutama dimaksudkan untuk pembelajaran menulis paragraf (paragraf narasi, deskripsi, persuasi, eksposisi, dan argumentasi). Pelaksanaan strategi ini mengikuti tahapan berikut.
• Bagilah kelas atas kelompok-kelompok (satu kelompok 8-10 orang)
• Mintalah pada setiap kelompok menentukan sebuah topik yang akan ditulis.
Topik dapat juga ditentukan oleh guru. Misalnya tentang warna: hitam, putih, merah, kuning, hijau, biru, ungu, dan warna-warna yang lain.
• Mintalah setiap kelompok memilih salah satu warna.
• Setiap siswa dalam kelompok menulis satu kalimat yang berhubungan dengan warna yang mereka pilih.
• Hasil akhir adalah setiap kelompok menghasilkan satu paragraf yang dibangun bersama.
• Pemajangan hasil kerja kelompok
• Presentasi
• Diskusi
• Penguatan dari guru menyangkut penggunaan kaidah-kaidah bahasa dalam menulis.



Menulis berdasarkan Media Gambar

 
Gambar dalam konteks ini lebih berperan sebagai stimulus untuk menulis. Pada aktivitas ini, guru dapat menggunakan gambar yang berasal dari koran, majalah, atau sumber-sumber lain atau gambar buatan guru sendiri. Subjek gambar dapat berupa seorang tokoh terkenal, pemandangan lokal, sebuah peristiwa, gambar bangunan, tempat atau bangunan bersejarah. Aktivitas pembelajaran dapat dimulai dengan meminta siswa menulis pertanyaan-pertanyaan tentang gambar. Pertanyaan-pertanyaan tersebut dapat dijawab dalam bentuk tulisan deskriptif.


Contoh:
• Perhatikan gambar di bawah ini baik-baik.
• Tulislah pertanyaan-pertanyaan sehubungan dengan gambar tersebut.
• Jawablah pertanyaan-pertanyaan yang sudah kamu buat hingga membentuk sebuah paragraf.

Gambar yang dijadikan sebagai stimulus untuk menulis dapat juga berupa gambar seri. Antara gambar yang satu dan gambar yang lain mempunyai kaitan maksud atau cerita yang membentuk situasi konteks tertentu. Gambar-gambar tersebut dapat diberi nomor urut yang menunjukkan urutan peristiwa, dapat pula tanpa nomor sehingga menuntut siswa untuk menemukan sendiri kaitan peristiwa dalam gambar. 




Menulis Surat


Menulis surat dapat dijadikan sebagai salah satu strategi pembelajaran menulis. Jenis surat yang ditulis dapat berupa surat pribadi dan dapat pula berupa surat resmi. Jika menulis lebih menekankan pada ketepatan struktur bahasa, menulis surat resmi lebih diutamakan, misalnya surat lamaran pekerjaan atau surat undangan. Untuk menulis surat lamaran pekerjaan, umpamanya, guru dapat memanfaatkan iklan di surat kabar tentang lowongan kerja. Siswa diminta menulis surat lamaran pekerjaan berdasarkan lowongan kerja yang tertera pada iklan. Untuk surat undangan, siswa dapat diminta menulis undangan yang berkaitan dengan kegiatan-kegiatan OSIS. 



Menyelesaikan Cerita

 
Pembelajaran menulis model ini dapat dilakukan secara kelompok atau individu. Langkah-langkah yang dapat ditempuh adalah sebagai berikut.
• Pilihlah sebuah teks yang sesuai dengan tingkatan siswa (SMP/MTs, SMA/MA)
• Teks difotokopi sebanyak jumlah siswa di kelas.
• Bentuklah formasi kelas (formasi huruf U atau kelompok-kelompok kecil, 3 orang per kelompok atau berpasangan)
• Bagilah teks kepada semua siswa.
• Mintalah mereka membaca dalam hati teks tersebut.
• Secara individu atau berkelompok mintalah mereka melanjutkan isi cerita atau mengakhiri isi cerita yang ada pada teks yang dibagikan.
• Presentasi, diskusi, penguatan, dan simpulan pembelajaran.

Contoh Teks!
Di sebuah pulau yang terpencil jauh di tengah lautan tinggallah sepasang suami istri dengan rukun dan damai. Mereka tidak pernah mengalami persengketaan. Namun, pada suatu senja ketika sang suami kembali dari laut, ia menemukan sepotong cermin terletak di pantai. Diambilnya cermin itu dan alangkah heran hatinya melihat bayangan manusia di dalamnya. “Inilah agaknya ayahku yang meninggal beberapa bulan yang lalu,” pikirnya.
Cepat-cepat ia pulang ke rumah. Cermin itu dibungkusnya, lalu disimpan di bawah tempat tidur. Hal ini tidak diceritakannya kepada istrinya. Keesokan harinya, ketika istrinya membersihkan tempat tidur, ia menemukan bungkusan itu. Alangkah terkejutnya dia setelah membukanya dan menemukan ada gambar seorang wanita di dalam benda yang dibungkus dengan rapi itu. “Suamiku sudah berkhianat,” pikirnya. “Dulu ia berjanji akan setia sampai mati.” “Rupanya sewaktu ke laut, ia mengambil kesempatan mencari wanita lain.”
Ketika suaminya pulang dari laut senja hari, dia tidak menyambutnya dengan senyum seperti biasanya, tetapi dengan omelan dulu. “Kamu mengatakan bahwa sayalah satu-satunya wanita dalam hidupmu!” “Kamu berjanji setia sampai mati, tetapi sekarang kamu punya wanita simpanan!” “Ada apa ini?” “Mengapa kamu bilang saya punya wanita simpanan?” tanyanya. “Ini lihatlah!” teriak sang istri sambil menyerahkan cermin itu kepada suaminya. Sang suami melihat ke dalam cermin kemudian berkata, “Lihatlah baik-baik!” “Ini kan gambar mendiang ayahku!”
(selesaikanlah cerita ini versi kamu masing-masing!)
Pembelajaran menulis model ini dapat juga dipadukan dengan kemampuan siswa menerapkan kaidah ejaan khususnya menyangkut penggunaan kata depan dan tanda baca. Teks yang diberikan kepada siswa tidak diberi tanda baca apa pun dan penulisan kata depan juga diabaikan. Tugas siswa adalah menulis ulang teks dengan menerapkan kaidah penggunaan huruf kapital, penulisan kata depan, dan penggunaan tanda baca secara tepat. Tugas menyelesaikan cerita tetap diberikan.

Petunjuk!
1. Tulislah kembali teks di bawah ini dengan menerapkan kaidah EYD (penulisan kata depan, penggunaan huruf kapital, dan penggunaan tanda baca)
2. Tambahkan paragraf versi Anda untuk mengakhiri cerita tersebut!
3. Berilah judul yang sesuai untuk teks tersebut.
disebuah pulau yang terpencil jauh ditengah lautan tinggallah sepasang suami istri dengan rukun dan damai mereka tidak pernah mengalami persengketaan namun pada suatu senja ketika sang suami kembali dari laut ia menemukan sepotong cermin terletak dipantai diambilnya cermin itu dan alangkah heran hatinya melihat bayangan manusia didalamnya inilah agaknya ayahku yang meninggal beberapa bulan yang lalu pikirnya.
cepat-cepat ia pulang kerumah cermin itu dibungkusnya lalu disimpan dibawah tempat tidur hal ini tidak diceritakannya kepada istrinya keesokan harinya ketika istrinya membersihkan tempat tidur ia menemukan bungkusan itu alangkah terkejutnya dia setelah membukanya dan menemukan ada gambar seorang wanita didalam benda yang dibungkus dengan rapi itu suamiku sudah berkhianat pikirnya dulu ia berjanji akan setia sampai mati rupanya sewaktu kelaut ia mengambil kesempatan mencari wanita lain.
ketika suaminya pulang dari laut senja hari dia tidak menyambutnya dengan senyum seperti biasanya tetapi dengan omelan dulu kamu mengatakan bahwa sayalah satu-satunya wanita dalam hidupmu kamu berjanji setia sampai mati tetapi sekarang kamu punya wanita simpanan ada apa ini mengapa kamu bilang saya punya wanita simpanan tanyanya ini lihatlah teriak sang istri sambil menyerahkan cermin itu kepada suaminya sang suami melihat ke dalam cermin kemudian berkata lihatlah baik-baik ini kan gambar mendiang ayahku.
(selesaikanlah cerita ini versi kamu masing-masing!) 



Menulis dengan Memanfaatkan Benda

 
Benda sebagai media dalam pembelajaran menulis model ini dapat benda apa saja. Benda-benda dimaksud adalah benda nyata bukan gambar suatu benda. Benda-benda itu boleh benda yang disiapkan sendiri oleh guru, boleh juga benda-benda yang dimiliki oleh siswa, misalnya alat-alat tulis, kacamata, sepatu, bahkan bisa juga baju seragam mereka. Siswa diminta menulis tentang benda yang dipilihnya. Sebagai contoh, siswa A memilih benda kacamata. Dia menulis tentang kacamata.
Kacamata
Waktu aku masih kecil, kelas II SD, aku sudah senang membaca. Aku suka membaca buku cerita terutama buku cerita yang bergambar. Waktu itu, di kampung kami belum ada listrik. Kalau malam hari, aku membaca memakai lampu teplok. Aku membaca sambil tidur. Hal ini berlangsung terus hingga aku kelas V.
Masa-masa awal aku duduk di kelas V, penglihatanku mulai suram. Aku merasa tidak begitu jelas melihat tulisan guru di papan tulis. Demikian juga mataku terasa perih dan berair ketika membaca tulisan yang hurufnya kecil. Untung pada tahun itu, aliran listrik sudah mulai masuk di kampung kami. Aku tidak lagi membaca memakai lampu teplok. Namun, meskipun waktu itu aku membaca dengan penerangan listrik, tak urung, mataku tetap terasa perih. Sejak waktu itu kondisi penglihatanku semakin bertambah parah.
Melihat kondisiku yang demikian, ayah membawaku ke dokter mata di kota. Hasil pemeriksaan dokter menunjukkan bahwa aku harus memakai kacamata. Sejak itulah kacamata menjadi teman setiaku untuk berbagai keperluan. Pandanganku akan suram jika tak berkacamata..
Suatu hari guru membawa mangga ke ruang kelas untuk pembelajaran menulis. Semua siswa diminta menulis sesuatu yang berkenaan dengan mangga. Berikut ini petikan sebuah hasil karya siswa.

Kenanganku
Enam tahun yang lalu, waktui itu aku kelas V SD. Ibuku tercinta mengupas mangga. Kala itu, kami hanya berdua di teras depan. Mangga harum manis yang dipetik oleh ayah di kebun kami tiga hari yang lalu sudah matang. Malam itu selesai salat magrib, ibu mengajakku duduk di teras depan rumah kami. Di tangannya ada pisau dan sebuah mangga yang ditaruhnya di dalam piring kaleng. Kami duduk dan berbincang. Ibu mulai mengupas mangga pelan-pelan. Setelah semua kulit mangga terkupas, ibu memotong mangga itu bagian demi bagian. Setiap bagian yang dipotongnya diberikan kepadaku. Kami terus ngobrol. Ibu bercerita banyak tentang masa kecilnya. Tanpa terasa mangga di tangan ibuku sudah habis. Yang tersisa hanya bijinya. Kusadari waktu itu bahwa ibuku tak makan sepotong pun mangga yang dikupasnya. Semua aku yang makan. Ketika itu kutanyakan padanya, ibu hanya mengatakan bahwa dia sudah puas melihat aku menikmati mangga yang dikupasnya.
Hari ini, ketika kulihat mangga seakan kulihat lagi tangan ibuku mengupas mangga. Terngiang di telingaku cerita tentang masa kecilnya bagai sebuah simponi. Masih kuingat raut wajahnya tersenyum manis melihat diriku menikmati mangga yang dikupasnya. Sayangnya, hari ini semua itu adalah kenangan. Ibuku tercinta telah menghadap-Nya kala diriku belum tamat SD. Sebuah mangga dalam hidupku adalah sebuah kenangan. Kenangan manis yang senantiasa bersemayam di relung jiwa. Kenangan manis akan orang tercinta.
(Sumber: Alamsyah, 2009)


Menulis dan Menjawab Pertanyaan

 
Strategi ini dapat diterapkan oleh guru dengan beragam model bergantung kepada kreativitas guru. Model-model yang dimaksud adalah semacam pengintegrasian aspek-aspek keterampilan berbahasa. Misalnya, integrasi antara keterampilan menyimak dan menulis, membaca dan menulis, ataupun berbicara dan menulis. Berikut ini dipaparkan strategi Menulis dan Menjawab Pertanyaan dalam bentuk integrasi membaca dan menulis. Langkah-langkah yang disarankan untuk ditempuh adalah sebagai berikut.


Model 1
• Pilihlah sebuah teks sepanjang maksimal tiga halaman.
• Bagilah teks tersebut kepada semua siswa.
• Mintalah mereka membaca dalam hati teks yang sudah dibagikan.
• Berilah tugas kepada setiap untuk menulis pertanyaan yang berhubungan dengan teks. Pada setiap akhir paragraf, guru dapat memandu dengan kata tanya yang dapat digunakan oleh siswa (misalnya, apa, siapa, mengapa, di mana, kapan, dan bagaimana)
• Mintalah mereka menjawab semua pertanyaan yang sudah mereka tulis.
• Lanjutkan pembelajaran dengan diskusi terhadap hasil kerja siswa.
• Pemberian penguatan dan simpulan pembelajaran.

Model 2
• Pilihlah sebuah teks sepanjang maksimal tiga halaman.
• Bagilah siswa atas empat kelompok (jumlah kelompok upayakan genap)
• Bagilah teks kepada semua siswa dalam setiap kelompok.
• Secara berkelompok tugaskanlah mereka menulis pertanyaan terhadap isi teks sesuai dengan panduan pertanyaan.
• Tukarkanlah pertanyaan setiap kelompok. Misalnya kelompok A dan kelompok C, kelompok B dan kelompok D.
• Mintalah mereka menjawab pertanyaan yang sudah diajukan oleh kelompok lain.
• Jika ada pertanyaan kelompok yang kurang tepat, mintalah mereka mengomentarinya secara tertulis.
• Bandingkan hasil kerja setiap kelompok.
• Presentasi, diskusi, pemberian penguatan, dan simpulan pembelajaran.


Menulis Ulang Teks 

 
Strategi pembelajaran menulis dalam bentuk Menulis Ulang Teks dapat dipadukan atau diintegrasikan dengan pembelajaran keterampilan menyimak dan membaca. Langkah-langkah yang dapat ditempuh untuk pelaksanaan strategi ini adalah sebagai berikut.
Alternatif 1 (integrasi menyimak dan menulis)
• Pilihlah sebuah teks yang panjangnya maksimal 2 halaman.
• Perbanyaklah teks tersebut untuk semua siswa.
• Bentuklah formasi kelas melingkar (guru berada di tengah lingkaran)
• Bagilah teks kepada semua siswa.
• Bacalah teks tersebut dengan suara nyaring sebanyak 1 kali dan mintalah siswa menyimak pembacaan teks sambil memperhatikan (membaca dalam hati) teks yang ada pada mereka.
• Untuk memastikan siswa menyimak pembacaan teks, guru dapat meminta siswa melanjutkan membaca satu atau dua kalimat. Kemudian guru melanjutkan membaca teks dan meminta siswa yang lain melanjutkan satu atau dua kalimat.
• Setelah pembacaan teks selesai, guru menarik kembali semua teks yang dibagikan kepada siswa.
• Siswa diminta menulis ulang isi teks dengan bahasa mereka sendiri.
• Presentasi, diskusi, pemberian penguatan, dan menyimpulkan pembelajaran.

Alternatif 2 (integrasi membaca dan menulis)
• Pilihlah sebuah teks yang panjangnya maksimal 2 halaman.
• Perbanyaklah teks tersebut untuk semua siswa.
• Bentuklah formasi kelas melingkar (guru berada di tengah lingkaran)
• Bagilah teks kepada semua siswa.
• Mintalah semua siswa membaca dalam hati teks yang sudah dibagikan. Pada waktu membaca, siswa tidak diperkenankan menulis.
• Tentukanlah lamanya waktu bagi siswa untuk membaca teks (10-20 menit)
• Setelah waktu yang ditetapkan untuk membaca teks selesai, guru menarik kembali semua teks yang dibagikan kepada siswa.
• Siswa diminta menulis ulang isi teks dengan bahasa mereka sendiri.
• Presentasi, diskusi, pemberian penguatan, dan menyimpulkan pembelajaran.

loading...


EmoticonEmoticon