ALIRAN KAZAN DAN FERDINAND DE SAUSSURE

 Aliran Kazan

Dengan tokohnya Mikolaj Kreszewski, aliran ini mendefinisikan fonem sebagai satuan fonetis tak terbagi yang tidak sama dengan antropofonik yang merupakan kekhasan tiap individu. Tokoh utama aliran kazan adalah Baudoin de Courtenay (1895). Menurut linguis ini, bunyi-bunyi yang secara fonetis berlainan disebut alternan, yang berkerabat secara histiris dan etimologis. Jadi, meskipun dilafalkan berbeda, bunyi-bunyi itu berasal dari satu bentuk yang sama. Pada 1880, Courtenay melancarkan kritiknya terhadap presisi atas beberapa fona yang dianggapnya tidak bermanfaat. Pada 1925, Paul Passy mempertegas kritik tersebut.


Ferdinand De Saussure
Ferdinand De Saussure


Ferdinand De Saussure

Dalam bukunya “Cours de Linguistique Generale” ‘ Kuliah Linguistik umum’, Saussure mendefinisikan fonologi sebagai studi tentang bunyi–bunyi bahasa manusia.
Dari definisi tersebut, tercermin bahwa bunyi bahasa yang dimaksud olehnya hanyalah unsur–unsur yang terdengar berbeda oleh telinga dan yang mampu menghasilkan satuan–satuan akustik yang tidak terbatas dalam rangkaian ujaran. Jadi dapat dikatakan bahwa Saussure menggunaklan criteria yang semata–mata fonetis untuk menggambarkan fonem dan memempatkannya hanya pada poros sintagmatik.

Lalu Saussure mengoreksinya dan mengatakan bahwa pada sebuah kata yang penting bukanlah bunyi melainkan perbedaan fonisnya yang mampu membedakan kata itu dengan yang lain.

Dengan konsep–konsepnya, meskipun tidak pernah mencantumkan istilah struktur maupun fungsi, Saussure dianggap telah membuka jalan terhadap studi fonologi yang kemudian diadaptasi oleh aliran Praha.

loading...


EmoticonEmoticon