KESALAHAN BERBAHASA (III)

KESALAHAN BERBAHASA (III)


Selanjutnya, untuk memahami proses terjadinya proses kesalahan berbahasa dalam kaitannya dengan belajar bahasa kedua menurut psikologi kognitif dapat diikuti pikiran-pikiran yang dikembangkan oleh Larry Salinker dalam tulisannya yang berjudul interlanguage. Menurut dia apabila seseorang belajar bahasa kedua, ia memusatkan perhatiannya terhadap norma bahasa yang dipelajarinya. Selama membuat seperangkat tuturan dalam bahasa kedua yang tidak sama dengan tuturan yang diperkirakan dibuat oleh penutur asli bahasa tersebut untuk menyatakan maksud yang sama dengan apa yang dinyatakan oleh tuturan si pembelajar. Karena dapat diamati bahwa dua perangkat tuturan itu tidak sama dapatlah dibuat suatu konstruk yang untuk teori belajar bahasa kedua. Konstruk itu adalah adanya sistem bahasa yang terpisah yang didasarkan atas output berwujud tuturan yang dihasilkan oleh si pembelajar dalam berusaha menghasilkan tuturan yang sesuai dengan norma bahasa kedua yang dipelarinya. 

Dengan kata lain dapat dikemukakan bahwa selama dalam proses belajar bahasa kedua, si pembelajar menggunakan seperangkat tuturan dalam bahasa kedua yang merupakan sistem bahasa tersendiri. Sistem bahasa pembelajar ini disebut oleh Larry Salinker dengan nama interlanguage (bahasa antara). Istilah lain untuk menyebut interlanguage adalah ideosyncratic dialect (Piet Corder), approximative system (William Nemser). Sebagian dari unsur-unsur interlanguage ini sama dengan unsur bahasa kedua yang dipelajari dan sebagian yang lain tidak sama. Kesalahan berbahasa terjadi pada sistem interlanguage ini, yaitu unsur-unsur atau bentuk-bentuk tuturan pada interlanguage yang tidak sama dengan bentuk-bentuk tuturan pada bahasa kedua yang dipelajari. Secara teoretis, unsur-unsur sistem interlanguage itu terdiri atas pembauan antara unsur-unsur bahasa pertama dan bahasa kedua yang sedang dipelajari.

Jenis-jenis kesalahan dalam pembelajaran bahasa kedua meliputi dua hal yaitu, kesalahan yang berasal dari Bahasa kedua dan kesalahan akibat pengaruh dari bahasa ibu. Berikut ini adalah jenis-jenis kesalahan dalam pembelajaran bahasa kedua :
  1. Kesalahan pada pelafalan kalimat-kalimat dalam bahasa Indonesia
  2. Latar belakang bahasa kedua yang berbeda dengan bahasa ibu
  3. Bahasa ibu berpotensi memengaruhi bahasa kedua
  4. Secara sadar atau tidak sadar pembelajar cenderung melakukan transfer unsur-unsur bahasa pertamany ke bahasa kedua
  5. Penggunaan konstruksi yang sintetis, misalnya mobilnya bandingkan dengan bentuk yang tidak baku dia punya mobil, membersiihkan bandingkan dengan bentuk tidak baku bikin bersih, memberi tahu bandingkan dengan bentuk tidak baku kasih tahu.
Lihat artikel sebelumnya:                                                                    
Lihat artikel selanjutnya:


1 komentar so far

For getting a better exposure to your facebook account, Folks spend money to Buy Facebook Followers to easily find exposure on world-wide-web. ordering facebook followers


EmoticonEmoticon